Selasa, 20 Maret 2012

sejarah kesehatan mental

• Sejarah kesehatan mental Tahun 1600 dan sebelumnya Pandangan masyarakat saat itu mengnganggap bahwa orang yang mengalami gangguan mental adalah karena mereka dimasuki oleh roh-roh yang ada disekitar. Tahun 1724 Pendeta Cotton Matter (1663-1728) mematahkan tahayul yang hidup dimasyarakat berkaitan dengan sakit jiwa dengan memajukan penjelasan secara fisik mengenai sakit jiwa itu sendiri. Antara tahun 1830 – 1860 Di inggris mulai timbul optimisme dalam menangani pasien sakit jiwa. Pada masa ini tumbuh kepercayaan bahwa penanganan dirumah sakit jiwa merupakan hal yang benar dan cara ilmiah untuk menyembuhkan kegilaan. Pada tahun 1842 psikiater mulai masuk dan mendapatkan peranan penting di rumah sakit. Namun karena penanganan pada masa ini ternyata banyak membuahkan kegagalan, maka tidak lama kemudian muncul masa terapi pesimisme,yg menyatakan bahwa gangguan mental adalah perkembangan evolusi sehingga merupakan bawaan dan tidak mungkin diubah lagi. Tahun 1952 Obat antipsikotik konvensional pertama, yaitu chlorpromazine di perkenalkan untuk menangani pasien schizoprenia dan gangguan mental uatama lainnya. Tahun 1997 Peneliti menemukan kaitan genetik pada gangguan bipolar yang menunjukan bahwa penyakit ini di turunkan. Dunia medis memandang penderita gangguan mental berakar dari sakit ketubuhan terutama di otak sehingga penanganan penderita gangguan mental menjadi mirip penderita sakit fisik. Berdasarkan pandangan ini, penderota gangguan mental dimaknai seagai ketidakmampuan mereka untuk melakukan penyesuan diri yang sesuai dengan realitanya. Individu terganggu karena memiliki perilaku – perilaku yang adaptif, sehingga penanganannya dengan cara mendidik individu yang bersangkutan untuk menghilangkan perilaku yang tidak adaptif dan menggantinya dengan perilaku yang lebih adaptif. Daftar pustaka : siswanto,(2007),kesehatan mental,Yogyakarta:Andi

Kesehatan mental

Konsep sehat
Konsep sehat itu menurut saya tidak adanya gejala – gejala yang cukup untuk memasukan individu kedalam gangguan (kepribadian) tertentu. Tetapi menurut tokoh fromm,fromm memberikan gambaran konsep sehat itu orang yang memiliki kemampuan – kemampuan pikiran yang sangat berkembang, mengamati dunia dan diri secara objektif. Fromm menyebut kepribadian sehat : orientasi produktif, yakni suatu konsep yang serupa dengan kepribadian yang matang dari Allport, dan orang yang mengaktualisasikan diri dari maslow. Dengan kata orientasi fromm menunjukan bahwa kata itu merupakan suatu sikap umum atau segi pandangan yang meliputi semua kehidupan, respon – respon intelektual, emosional, dan sensoris terhadap orang – orang, benda-benda, dan peristiwa-peristiwa di dunia dan nuga terhadap diri.
Dimensi – dimensi kesehatan mental :
1. Rohani : rohani yang sehat adalah bagaimana kita bisa menjalankan dengan baik kepercayaan – kepercayaan agama yg kita anut.
2. Jasmani : jasmani yang baik adalah jasmani yang terlihat kuat
3. Emosi : emosi mempengaruhi kesehatan mental karena emosi merupakan salah satu perasaan yang akan mengekspresikan secara show off kepada suatu lingkungan.
4. Spiritual : memiliki daya intelektual yang baik